Archive for August, 2008

imeldachristian

Dirgahayu 63 Tahun Indonesia…

Tahun ini, untuk pertama kali, saya dan keluarga merasakan “Agustusan” di negeri orang. Tidak terdengar dan sama sekali tidak terasa persiapan persiapan dan hiruk pikuk orang orang dengan segala aktifitas menjelang Agustusan sebagaimana yang biasa saya alami di negeri saya, Indonesia. Sang merah putih tidak berkibar dengan meriah disini, setau saya cuma satu yang berkibar di depan KBRI di Petchburi J. Dan satu lagi yang pasti, dia juga masih tetap “BERKIBAR” di hati saya. Mungkin terdengar puitis, tapi saya tahu pasti ini kebenaran yang tidak bisa tidak. Darah saya merah !!!…..Tulang saya putih !!! Saya anak negeri yang mencintai negeri saya berasal, INDONESIA.

 

Meskipun acapkali saya dengar, baca dan lihat begitu banyak kecaman yang keluar untuk Indonesia akibat dari banyak faktor penyebab yang menciptakan gambaran lengkap wajah ndonesia yang sedemikian memprihatinkan. Perpolitikan yang terbilang carut marut,  sepak terjang para elite politik (legislatif maupun eksekutif ) yang seringkali memuakkan banyak orang. Tikus dan Rayap yang berwajah manusia banyak duduk di Pemerintahan. Birokrasi yang “tidak jelas” dan segala macam protokoler yang “tidak penting”. Belum lagi masalah masalah sosial yang tidak kunjung selesai, dampak dari natural disaster beruntun yang kurang ditangani dengan baik, korupsi, kolusi , nepotisme, ditambah isu isu tidak popular lain yang ikut melengkapi makin terpuruknya ekonomi negeri ini. Lengkap sudah penderitaanmu, negeriku….

 

Tapi satu hal yang saya tahu pasti,….bahwa Tangan Tuhan tidak pernah kurang panjang untuk menolong. Dia tidak pernah kurang sabar untuk menunggu Indonesia untuk berseru minta pertolonganNya. Dia juga tidak kurang kasih untuk mengampuni segenap daftar dosa dosa hitam Indonesia di masa lalu dan kini. 63 tahun sudah kau merdeka, usia yang cukup tua. Pertolongan Tuhan akan datang tepat pada waktunya.

 

Bagi saya pribadi, Indonesia sudah dalam kondisi di ruang ICU. Dalam kondisi kritis hampir di segala bidang. Dengan segala macam teori dan intelektualitas manusia yang terbatas sudah sangat mustahil rasanya bangsa ini untuk pulih. Tidak dipungkiri, bahwa kecerdasan, intelektual diperlukan dalam menjalankan roda pemerintahan, tapi itu saja tidak cukup. Diperlukan moral, dan sikap hati yang benar dari setiap individu terutama mereka yang duduk di tampuk kekuasaan yang tertinggi hingga terendah. Tanggung jawab moral terhadap posisi / jabatan. Terlebih tanggung jawab terhadap Tuhan yang mempercayakan semuanya ke pundak masing masing kita atas peran kita masing masing. HAL INI LAH YANG BANYAK HILANG DARI BANGSA INI.

 

Saya bukan ahli politik J, “hanya” ibu Rumah tangga biasa dengan pendidikan yang juga biasa biasa saja. Tapi saya bangga dengan peran saya dan berusaha untuk jujur dalam menjalankan peran saya. “TIDAK KORUPSI DAN TIDAK KOLUSI” dalam hal keuangan rumah tangga adalah contoh kecil dari peran saya sebagai ibu rumah tangga. Sederhana bukan?

 

Apapun wajahmu negeriku, seburuk apapun itu, I WILL ALWAYS LOVE YOU. Selamat Ulang Tahun negeriku,….. Indonesiaku……

Dirgahayu yang ke 63 tahun bagimu. Diberkatilah pemerintahanmu. setiap suku bangsamu, diberkatilah tanah negerimu, diberkatilah pendudukmu, diberkatilah pintu pintu gerbangmu, diberkatilah airmu, diberkati ekonomimu, dan Tuhan yang gagah perkasa menyertai engkau senantiasa. Transformasi Total terjadi atas bangsaku. Amin.